Review Film After Met You, Drama Romantis yang Seharusnya Lebih Berhasil

Film After Met You yang diproduksi Mega Pilar Pictures dan RA Pictures ini disutradarai oleh Patrick Effendy. Sebuah drama romantis yang merupakan adaptasi dari novel yang ditulis oleh Ari Irham yang juga bermain sebagai  tokoh utamanya. Ari sendiri juga terbilang sebagai salah satu pendatang baru di dunia perfilman Tanah Air sebagai cameo dan aktor pendukung. Informasi dari halaman artis RenaMovies.com Ia juga cukup sukses dikenal sebagai seorang DJ dan selebgram.   

Film ini menceritakan tentang lika-liku Ari (Ari Irham), siswa SMA yang populer dengan prestasinya di bidang musik. Ari yang juga ahli bermain DJ tersebut sayangnya juga dikenal sebagai playboy dengan berhasil membukukan hingga 112 mantan pacar. Wajar saja dengan kepopulerannya tersebut, ia akhirnya disukai oleh banyak remaja perempuan. Ari pun sering memutuskan sepihak hubungan dengan pacar-pacarnya tersebut menggunakan alasan klise. 

Hingga suatu hari, Ari melihat Aranita (Yoriko Angeline), siswi pendiam dan sering juara kelas. Sikap Ara yang pendiam bahkan jutek lain dari siswi lainnya pun membuat Ari tertarik. Respon yang diberikan Ara memang dingin, bahkan ia menyebut bahwa Ari hanya modal tampang, tidak punya perasaan, hati dan pikiran. Nyatanya, hal ini justru membuat Ari semakin penasaran dengan Ara. Namun entah memang Ari memang benar-benar menginginkan Ara, atau sekedar ingin memenangkan taruhan dengan teman-temannya saja.

Dalam liku-liku perjuangan Ari mendapatkan hati Ara, ia juga akan mendapat saingan siswa baru di sekolah. Azka (Naufal Azka) hadir sebagai sosok yang cukup menjanjikan dan menjadi lawan yang sepadan bagi Ari. Azka sendiri ternyata bukan pria sembarangan, sebagai sosok yang lebih dewasa, ia ternyata juga menjadi bagian dari masa lalu Ari. Persaingan sengit pun terjadi ketika mereka bertiga harus bekerja sama sebagai tim untuk mengerjakan tugas musik yang diberikan oleh guru mereka.

Film ini mungkin menjadi adaptasi novel yang sedikit banyak mencerminkan tentang Ari Irham sendiri. Ya, karakter Ari dalam film ini memang sedikit banyak identik dengan keseharian Ari Irham. Pola yang digunakan dalam film ini mungkin mirip Dilan dengan Iqbaal Ramadhan sebagai bintangnya. Sama-sama tentang siswa SMA tukang gombal, dalam film ini target gombalan dibuat lebih menantang. 

Sayangnya, tak jauh berbeda dengan film sejenis, masih banyak plot twist maupun subplot yang memaksa dengan eksekusi yang nanggung. Banyak pula bagian yang tak cukup diekspos bahkan terkesan tidak jelas. Elemen komedi yang coba dimasukkan juga kurang greget. Wajar, mungkin karena para pemainnya sendiri juga terkesan biasa saja. masih banyak potensi menjanjikan yang harusnya bisa lebih dilatih ke depannya.

Walau begitu, apa yang dilakukan oleh rumah produksi milik Raffi Ahmad ini sudah cukup baik untuk mengisi genre drama dalam industri film. Bahkan, seharusnya bisa lebih maksimal seandainya digarap dengan lebih serius sehingga tidak seperti yang dilihat pada film genre horor yang juga mereka buat selama ini. 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *