Landasan dan Pendekatan Fenomenologi

Kali ini kita akan membahas apa itu fenomenologi dalam metode penelitian khususnya metode penelitian kualitatif karena sering sekali digunakan oleh para peneliti dengan kajian-kajian atau studi yang berkaitan dengan fenomenologi untuk melihat keadaan atau fenomena dilapangan.

Fenomenologi itu sendiri sangat berpengaruh pada metode penelitian karena hendak memahami arti yang disampaikan partisipan, jadi jelas fenomenologi dengan metode seperti ini harus terjun langsung ke lapangan tidak bisa dilakukan hanya dibalik meja.

Pendekatan Fenomenologi

Pendekatan fenomenologi terbagi dari 3 sisi yaitu:

  • Pengalaman langsung dimana peneliti melibatkan diri terhadap lingkungan yang memunculkan fenomena tersebut misalkan ingin meneliti tentang fenomena ritual ibadah para penganut agama tertentu, berarti disini peneliti harus mengikuti melakukan ritual ibadah tersebut meskipun secara keyakinan berbeda agar mendapatkan pengalaman langsung dari objek penelitiannya.
  • Arti muncul lewat pengalaman ketika peneliti itu melakukan pengalaman lansgung atau melibatkan diri ke masyarakat otomatis peneliti nanti akan memiliki pengalaman bagaimana orang-orang penganut aliran agama tertentu dalam proses ibadahnya.
  • Arti muncul lewat Interpretasi dari sinilah peneliti mencoba melakukan Interpretasi seperti apa dan bagaimana yang penganut aliran kepercayaan itu rasakan ketika beribadah.

Tokoh Metode Fenomenologi

Untuk tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pendekatan metode fenomenologi ini yaitu: Rene Descrates, Immanuel Kant, G.W.F Hegel , Edmurd Husserl, Martin Heidegger. Meskipun masih banyak tokoh lainnya hanya 5 tokoh ini yang sering muncul ketika membahas tentang fenomenologi.

Dimensi Fenomenologi

Menurut Husserl setiap pengalaman manusia memiliki sesuatu yang hakiki, penting, dan bermakna. Pengalaman seseorang harus dimengerti konteksnya melalui pendalaman pengalaman itu tanpa adanya intervensi. Apabila terdapat intervensi harus ditaruh dalam tanda epoche.

Yang dimaksudkan Husserl adalah peneliti harus lepas baju dalam arti dia tidak boleh melakukan intervensi terlebih dahulu atau sebelum membuat hipotesis tentang sebuah fenomena sebelum melakukan pendekatan penelitian fenomenologi.

Maka dari itu fenomenologi ini adalah pendalaman pengalaman dalam arti pengalaman dari pelaku fenomena tersebut tanpa adanya intervensi dari penelitinya.

Peneliti yang menggunakan metode fenomenologi harus mendekati objek penelitiannya dengan pikiran polos tanpa asumsi, praduga, prasangka, maupun konsep.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *